Skip to main content

Posts

Pernahkah Merasa Menjadi Ibu yang Gagal?

Mungkin sebagian besar para ibu menjawab, Ya.  Saya tuh bisa dibilang sering merasa menjadi seorang ibu yang gagal. Daftar Isi Mengapa ibu merasa gagal Kapan ibu merasa gagal Merasa gagal dan sendirian Perlukah merasa gagal We may have lost the battle but we haven’t lost the war Pick your battles! Kesimpulan Mengapa ibu merasa gagal Dulu saya sering merasa gagal sebagai seorang ibu karena sering membandingkan anak saya dengan anak orang lain. Lama lama saya mulai membandingkan diri sendiri dengan ibu ibu lainnya yang anaknya lebih segala galanya daripada anak anak saya. Akhir-akhir ini saya membandingkan target target parenting saya dengan hasil yang tampak pada anak-anak. Sepertinya sebagian besar ibu sudah menyadari ya kalau membandingkan anak-anak maupun diri sendiri dengan orang lain itu tidak baik, tidak ada gunanya, dan hanya membuat stres atau malah depresi. Tapi membandingkan target parenting dengan hasilnya terasa natural. Ini yang namanya evalua...

Tak Mau Sendiri di Hari Blogger Nasional

Hari terakhir blog challenge.... Seru juga ikutan challenge ini, numpang ngeblog rasa blogger beneran! Meskipun yang diikuti baru menulisnya saja, karena status blog masih tertolak di facebook dan instagram jadi tidak bisa mematuhi aturan main dari  Kumpulan Emak Blogger  yang punya hajat. Keseruan yang lain, meski saya sudah lama bergabung, baru kali ini bisa ikut terlibat dan menyaksikan aksi blogger-blogger yang turun singgasana untuk membagikan tulisan menjawab challenge. Saya jadi mondar mandir blogwalking kesana-kemari. Alhamdulillah, beberapa sudah nangkring di reading list. Banyak yang saya ingin kenal lebih jauh, sukur-sukur bisa berteman dan menjadi mentor, aamiin. Kalau melihat data anggota Grup Facebook KEB, tercatat 3700 blogger! Kebayang kalau semua berkumpul di Hari Blogger Nasional, dong. Terus saya ikutan nimbrung, celingukan dan mencari-cari, berapa banyak model blogger seperti saya ya... Berharap Tidak Ngeblog Sendirian Lagi Setelah merasakan setiap hari ber...

Sesudah Memaafkan, Bisakah Melupakan?

Jawabannya: tergantung. Menurut sebuah  artikel  dari PsychCentral , memaafkan adalah salah satu skill  yang harus dimiliki demi kehidupan yang damai, hubungan yang langgeng, dan pikiran yang tenang. Tapi memaafkan bukan berarti harus melupakan. Haruskah Memaafkan? Dalam ajaran islam, memaafkan adalah suatu bentuk  kemurahan hati . Karena pada dasarnya setiap orang diberikan hak untuk membalas perbuatan buruk dengan perbuatan yang setimpal, tetapi sikap memaafkan adalah lebih utama. Dengan memaafkan seseorang yang mendhalimi kita, Allah menaikkan derajat kita lebih baik dari yang menyakiti kita. 

Menulis sebagai Healing

Saya mulai menulis di blog ini tahun 2007. Saat itu baru saja menikah dan pindah ke Tokyo. Memulai hidup baru di tempat asing, meskipun hati penuh dengan semangat memulai petualangan bersama suami, tentu saja terselip keraguan apakah mampu menjalani peran baru sebagai istri. Kalau dipikir-pikir, saya berdua suami benar-benar tipe nekat tanpa banyak berpikir panjang, apalagi membuat perencanaan. Saya mengambil cuti panjang dari pekerjaan, dan suami masih mahasiswa tapi nekat menikah. Tentu saja kami khawatir, apakah kami berdua bisa mendapat pekerjaan sebelum kehabisan tabungan?

Support System bagi Seorang Blogger: Perlukah?

Hari ke-4 #ngeblogasyikbarengKEB, sudah mulai merasa gak asyik karena kebanyakan begadang! Tapi, salut dengan ide challenge dan pemilihan topiknya setiap hari. Benar-benar seperti "pucuk dicinta ulam tiba", "bagai mengantuk disorongkan bantal", dan "bak gayung bersambut" buat saya yang sedang celingukan karena baru aktif menulis lagi di blog ini. Begini toh  rasanya menjadi blogger professional, harus menulis dengan deadline , dengan topik dan bentuk tulisan yang ditentukan, dan jangan lupa: syarat dan ketentuan berlaku! Jadi saya tidak bisa santai seenak jempol ngalor ngidul di blog meskipun di blog pribadi. Jadi, topik hari ini adalah support system seorang blogger professioanal . Karena saya bukan blogger professional, mari sejenak berangan-angan. Seperti apa sih keseharian seorang blogger profesional? Apa sajakah modal yang diperlukan untuk menjadi blogger profesional? Kalau saya menjadi blogger profesional, akan menjadi blogger model yang bagaimana?

Malam Ini, KJ Dorama Aibo Season 22, START!

Begitulah woro-woro suami saya hari Rabu, 18 Oktober kemarin. Bareng dong sama challenge ngeblog asyik bareng KEB! Aibo season terbaru, gambar diambil dari  sini Seperti biasa, karena jam tayang aibo prime time jam 9 malam masih termasuk rush hour di rumah, recorder di rumah sudah di-set untuk merekam setiap episodenya. Kebetulan suami yang giliran piket bedtime routine anak-anak, jadi saya ngerjain challenge ngeblog asyik dulu. Eh, ternyata bener-bener keasyikan! Jadilah  suami yang melihat saya sedang me-time  memutuskan menunda menonton serial kesayangan.

Teman Bloggerku, Shu

Daftar Isi -Temanku, Shu - Blog, Blogger, Blogger Community, dan Blogosphere - Professional blogging, Personal branding, dan Networking - Sebuah Titik Balik buat Shu Temanku, Shu  Ruangan resepsi Masjid Camii Tokyo mulai ramai. Akhirnya hari ini datang juga, hari resepsi pernikahan putri seorang teman yang akad nikahnya telah kuhadiri online 7 bulan lalu. Alhamdullah, kewajiban mengenakan masker pun sudah dihapus sejak bulan Mei lalu, meski sepertinya jumlah tamu masih dibatasi, dan sebagian besar tamu undangan masih bermasker.