Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2016

5 Jurus Pamungkas Menghadapi Mertua Ala Jepang

gambar diambil dari  sini Setiap wanita pasti memimpikan memiliki hubungan yang erat dengan ibu mertua. Betapa tidak, ibu mertua adalah ibu suami tercinta, juga sebagai pengganti jika kebetulan jarang atau sudah tidak dapat bertemu dengan ibu kandung sendiri. Tapi bukan rahasia lagi, hubungan menantu dengan mertua yang renggang bahkan tegang, coba tengok saja berbagai forum diskusi online, tidak cuma di Indonesia tapi di Jepang juga sama ramainya oleh curhatan para menantu.

Pekerjaan yang tak terlihat

“Adek, Ayah lagi kemana?” “Kelja!” “Kerja cari apa?” “Cali uang!” “Buat siapa?” Sambil tersenyum bangga, “Buat Adek!”

K-dorama? J-dorama? Saya dong, KJ-Dorama!

Sering lihat review K-dorama (sinetron Korea) dan J-dorama (sinetron Jepang) dibahas di blog. Saya suka scan aja baca sedikit-sedikit. Beberapa judul J-dorama pernah saya tonton, kalau K-dorama sepertinya belum pernah ada yang full saya tonton. Biasanya saya nonton gratisan di internet, karena sinetron yang tayang di TV gak sempet mantengin . Tapi, setahun belakangan ini saya dan suami keranjingan nonton KJ-dorama, alias Keiji Dorama, alias serial polisi/detektif, terutama keluaran TV Asahi. Dari pertama datang ke Jepang, waktu itu masih nginep di hotel, kalau udah capek nonton CNN biasanya saya berhenti gonta-ganti channel TV kalau sudah nyangkut di sinetron polisi/detektif Jepang. Walaupun saya gak ngerti apa yang dibahas, tapi keiji dorama punya sisi unik tersendiri dibanding serial polisi/detektif barat. Beberapa di antaranya: 1. Setting-nya selalu di tempat wisata yang indah-indah 2. Detektifnya manusia super, yang sangat lurus, baik hati, cerdas dan jagoan (maksudnya fisikny

Youkan atau Dodol Jepang

Homemade Mizuyoukan Saat Ibu saya mengunjungi kami di Tokyo, kegembiraan beliau yang paling terasa adalah menemukan kembali makanan masa kecil. Meskipun Tokyo adalah kota metropolitan yang canggih dan gemerlap, tapi tengoklah pojok makanan tradisional mereka. Jangan kaget jika menemukan teng teng beras, opak, kue mochi, kue semprong, rambut nenek-nenek (harum manis di-sandwich semacam kerupuk renyah), kolontong ketan, gemblong dan banyak lagi. Karena saat itu musim gugur, kesemek membanjiri supermarket, Ibu saya selalu berfoto dengan gunungan buah kesukaannya di masa kecil, yang kini jarang ditemukan di negerinya sendiri. Tapi yang paling beliau sukai adalah, youkan. Beliau menyebutnya dodol. Ada banyak sekali varian youkan, tapi yang beliau sukai adalah shio youkan. Bedanya dengan dodol, kadang ada dodol yang kering, atau dodol yang agak liat. Saya sendiri suka dengan makanan tradisional Jepang, mengingatkan pada camilan kalau mudik ke Tasik saat lebaran. Masalahnya, rata-rata b

Tsupparibou Si Tongkat Ajaib

Tsupparibou gambar diambil dari  sini Tsupparibou termasuk lifehacks ala Jepang yang sangat saya sukai. Benda berupa tongkat yang bisa diatur panjang pendeknya ini memiliki banyak kegunaan di rumah kami, dari sekedar untuk menggantung jemuran, rak tambahan di lemari, sampai untuk mengunci pintu geser! Ukuran dan kekuatannya pun beragam sehingga bisa disesuaikan dengan tempat dan kebutuhan. Keunggulan yang paling menonjol adalah sifatnya yang non permanen, tidak meninggalkan bekas di dinding, di lantai, atau di langit-langit rumah, dan murah meriah sehingga cocok digunakan oleh saya yang kala itu seorang mahasiswa Jepang dengan allowance yang pas-pasan dan tinggal di kontrakan atau asrama. Tatakrama sebagai kontraktor  penyewa rumah di Jepang adalah, harus meninggalkan rumah kontrakan atau kamar asrama dalam kondisi seperti saat kita memasukinya pertama kali, atau kita akan dikenakan biaya yang dipotongkan dari uang jaminan yang kita bayarkan saat membuat kontrak dengan pemilik