Skip to main content

Posts

Mengenang Momen-momen Selama Kehamilan (2) : Obgynku

Saya menjalani tiga kali hamil dan melahirkan di RS yang sama. Pada kehamilan pertama, poli kebidanan RS masih dalam tahap renovasi dan sistem lama dimana setiap bumil tercatat dibawah penanganan obgyn tertentu, meskipun kadang kala pemeriksaan kehamilan ditangani dokter lain. Persalinan saya awalnya ditangani oleh seorang dokter perempuan, sampai kemudian harus melahirkan dengan intervensi dan ditangani oleh 2 orang dokter laki-laki. Persalinan kedua dan ketiga RS sudah direnovasi dan lebih nyaman, tetapi dokter yang menangani tidak bisa pilih-pilih baik saat pemeriksaan maupun saat persalinan. Alhamdulillah meskipun beberapa kali dapat dokter pria, saat persalinan saya selalu mendapat dokter wanita.

Mengenang momen-momen selama kehamilan: Penyemangat (1)

gambar hasil kompilasi dari  sini  dan dari  sini Ketika Hb turun terus, meski saya sudah minum pil zat besi, ditambah habis menandatangani persetujuan transfusi darah, selesai kontrol kehamilan saya merasa "down". Keluar dari RS, naik ke bis yang sudah "ngetem" di depan RS, dengan gontai berjalan menuju kursi paling belakang, mojok, siap untuk ber-mellow ria sepanjang perjalanan pulang.

Cerita Kelahiran Haqqi

Kehamilan ketiga ini merupakan "surprise", bahkan teman saya sempat meledek, "unexpected yaaa!". Yah, buat saya memang unexpected, tapi tidak buat suami saya yang kepengen punya 5 anak (yaaah bukan dia yang hamil dan melahirkan siy hi3). Jangan salah, saya sendiri berasal dari keluarga besar, 5 bersaudara! saya senang punya banyak anak, sayang sekali buat saya proses kehamilan dan persalinan yang melelahkan membuat saya sering ketakutan sendiri. Bagaimana jika di kehamilan kali ini saya tidak bisa "survive"? bagaimana jika anak-anak harus menjadi piatu? bukankah tugas saya bukan hanya melahirkan tapi juga membesarkan anak-anak? semakin mendekati hari perkiraan lahir saya semakin sering memandangi wajah anak-anak, memeluk mereka lebih sering karena takut kesempatan saya bersama mereka tinggal sebentar saja dan mewanti-wanti suami supaya hati-hati pilih istri baru nantinya. Lebay??? iya lebay banget! Tapi bukan hanya saya yang lebay, dokter-dokter di RS ju...

Menjahit Slipcover Sofa

   Sudah lama sekali membeli kain untuk menjahit slipcover sofa saya yang sudah bulukan, dan belakangan malah sudah robek dan busa dacron-nya berhamburan keluar. Begitu juga link- link tutorial menjahit cover sofa sudah hatam saya baca. Cuma sayangnya masih saja menunda-nunda. Sampai akhirnya kehamilan masuk minggu ke-37 saya merasa sudah sangat "terdesak" karena kalau sampai keburu melahirkan sudah dipastikan tidak akan mendapat kesempatan merealisasikan proyek ini. Akhirnya minggu lalu jadi juga menjahit si slipcover sofa tea.

Mengingat Lagi: ASI, MPASI, Menyapih dan Toilet Training (1)

Memasuki trimester ketiga kehamilan (yang juga ketiga kalinya), saya mulai bersiap lahir bathin menyambut kedatangan adik bayi. Persiapan melahirkan terbilang minim, cukup diet supaya BB gak terlalu naik banget dan bikin megap-megap bawa badan, juga olahraga ringan berjalan kaki dan stretching  ibu hamil sesuai buku panduan dari rumah sakit (buku yang sama yang saya pakai saat hamil pertama kali). Karena minggu-minggu ini sibuk dengan persiapan kelulusan Kakak dari TK dan penerimaan murid baru di SD, rencana mengemas koper untuk rawat inap saat bersalin malah belum disiapkan. Alhamdulillah baju bayi maupun baju hamil/piyama selama rawat inap sudah cukup, karena pemberian teman yang melahirkan musim panas tahun lalu (2 kehamilan sebelumnya musim dingin, jadi semua baju harus baru deh ).

Musim Semi 'tlah Tibaaaa!

Senangnya cuaca sudah mulai menghangat dan bunga-bunga bermekaran, tunas-tunas mulai keluar dari dalam tanah, dan dahan kering mulai hidup kembali. Berikut foto-foto tanaman di halaman hari ini.

Betapa Berharganya Ijazahmu, Nak!

Hari ini Kakak lulus TK. Dengan bangga menerima ijazah dari Ibu Kepala TK membungkukkan badan, lalu berjalan tegap, kembali ke tempat duduk, sabar menanti semua teman mendapatkan ijazahnya.