Skip to main content

Mental Pelayan

Para pelayan Downton Abbey
gambar diambil dari http://paleononpaleo.com
Setiap hari saya bangun sebelum fajar, menyiapkan sarapan sekaligus bekal makan siang untuk suami dan si kakak, dari hari Senin hingga Jum'at.
Jum'at malam biasanya kami menggusur kasur-kasur ke ruang tamu, dan kami tidur di depan televisi. Kebetulan rumah kami modelnya bebas tanpa sekat, ruang tamu, ruang makan dan dapur menjadi satu ruangan besar. Dapur hanya dipisahkan dengan dengan kitchen counter saja, bagian atasnya dibiarkan terbuka. Sabtu pagi, ritual saya adalah menyiapkan sarapan yang dimasak di atas meja, biasanya pancake, waffel, atau hot sandwich. Membuat adonan instant, memotong buah-buahan, menyeduh teh atau kopi lalu mengeluarkan hot plate listrik, atau waffel/hot sandwich maker. Suami yang ingin leyeh-leyeh menikmati akhir pekan lebih memilih tidur hingga matahari tinggi. Anak-anak juga bergelimpangan mengelilingi ayahnya, tertidur pulas. Saat-saat berjinjit2 berusaha menyiapkan sarapan tanpa suara, sambil sesekali melihat wajah mereka yang tertidur adalah saat yang paling bahagia. Apalagi saat saya selesai menata meja dan satu-persatu mereka terbangun karena wangi sarapan yang memanggil, rasanya saya seperti melambung tinggi ke udara. Sampai-sampai saya sering merasa malu, murahan sekali saya ini. Tingkat pencapaian yang diinginkan amat sangat rendah, hanya ingin melayani suami dan anak-anak saja!

Mrs. Hughes
Gambar diambil dari
 http://downtonabbey.wikia.com/wiki/Elsie_Hughes 
Ketika menonton episode kedua serial Downton Abbey, Matthew Crawley, seorang pria modern yang berbeda denga pria-pria aristokrat lainnya, tidak ingin dilayani orang lain. Sampai-sampai asisten pribadinya sering salah tingkah, karena merasa jasanya tidak dibutuhkan. Sikap Matthew terhadap asistennya berubah ketika Robert Crawley/Lord Grantham, pemilik Downton Abbey menasihatinya, setiap manusia memiliki perannya masing-masing, dan kepuasan yang sama saat dapat melaksanakan perannya dengan baik. Nasihat yang diucapkan sambil lalu, ketika membahas kemungkinan sang Ibu kembali bekerja di rumah sakit yang dimiliki Downton. Saat itulah saya sadar, mengapa saya bahagia sekali melayani suami dan anak-anak; saya memiliki mental pelayan! seandainya saya hidup di Inggris tahun 1920-an, mungkin saya dapat merintis karir sebagai pelayan dan mencapai puncak karir seperti Mrs. Hughes, the head of housekeeper! 







Daftar acara televisi yang boleh ditonton,
ayah, ibu dan kakak masing-masing memilih 10 buah,
boleh memilih acara yang sama dan ditonton bersama,
kecuali Downton Abbey! :)
Di Jepang serial Downton Abbey baru diputar awal bulan Mei lalu, saya rekam dan baru ditonton saat ada waktu. Benar-benar perjuangan menontonnya, selain sulit menemukan waktu untuk menonton drama dewasa, juga karena sering tidak dapat menangkap dialog yang beraksen british kental, yang kedengaran seperti bisik-bisik saja karena volume-nya saya kecilkan. Parahnya, subtitle yang tersedia hanya bahasa Jepang! Lengkaplah perjuangan saya demi menonton drama yang pada tahun 2011 dinobatkan Guiness World of Records sebagai The Most Acclaimed English-language Television Series!


Oh ya, simak liputan menarik tentang Downton abbey disini , kalo gak di-klik nyesel deh :)





Comments

Popular posts from this blog

Menyiapkan Sayuran untuk seminggu

Musim panas adalah saat sayuran melimpah dan harganya cukup terjangkau. Biasanya akhir pekan, saya memberli beberapa macam sayuran dan buah (yang mendekati musim gugur semakin murah juga harganya) di tukang sayur langganan. Lalu saya menyiangi, mencuci, merebus atau membuat asinan untuk persediaan menu sayur di kulkas, biasanya cukup untuk seminggu.

Cerita Kelahiran Raika

Alhamdulillah....akhirnya saya menjadi ibu juga. Si neng lahir hari Jumat 5 Desember 2008, Berat Lahir 3.512kg Panjang Badan 51 cm, dan kami namai RAIKA 来香 . Sayang sekali proses kelahirannya tidak mendapatkan liputan yang layak

Hasil ujian JLPT N1

Baru aja buka kotak surat dan ternyata hasil ujian Japanese Language Proficiency Test (JLPT) level N1 yang saya ikuti bulan Juli kemaren dah nyampe! Suami saya lah yang lebih dulu menerawang isi kartu pos-nya dan katanya ada fotonya...berarti lulus...jadi blio dah sibuk mengucapkan selamat. Saya masih gak percaya lah. Memang siy beberapa hari yang lalu pengumuman batas nilai lulus JLPT keluar dan ternyata nilai minimum setiap section adalah 19 dari 60. Agak2 berharap lulus jadinya karena sejeblok2nya di kanji mosok gak nyampe dapet nilai 19 he3. Tapi nilai minimum secara keseluruan yang harus diambil adalah 100/180...jadi kuatir kalo listening n reading gak cukup untuk nombokin sampe ke 100. Tapi ternyata...alhamdulillah...lulus juga! tentu saja dengan nilai pas2an he3. Bener2 beruntung banget! biarpun nilainya mefffeet gapapa lah yang penting gak jadi ngulang n bisa konsen ke 日商簿記2級 nanti bulan November. Buku review yang bagian pertama akuntansi keuangannya dah selesai...ti...