Skip to main content

Blueberry Bagel

Pertama kali membuat roti bagel, pilih yang blueberry karena ada sisa selai di kulkas. Resep dimodifikasi sesuai bahan yang ada. Resep aslinya ini dipadu dengan cara masak di resep ini jadilah blueberry bagel ala shujindakara he3.


Bahannya 230gr tepung protein tinggi, 70gr tepung protein rendah, kira2 2sdm selai blueberry, 160gr air, 2gr garam, 3gr ragi instant. Cemplungin semua bahan ke bread machine, tunggu 2 jam baru deh dibentuk. Ditarik2 dibikin panjang, dipilin, baru disatuin ujung2nya jadi bentuknya mirip donat. Kalo roti biasa sehabis dikembangin langsung dipanggang, bagel direbus dulu kira2 30 detik setiap sisinya baru dipanggang 200 derajat selama 13 menit. Jadinya bedaaaa banget! kulitnya kering kriuk2 dalemnya empuuuuk. Jadi pengen bagel tiap hari he3.

Ini dia tampilan si bagel blub...

 selesai dikembangin
 
ļ»æ
 direbus bentar
 
mateng deh...biasanya roti bikinan oven saya yang tuwaa ini agak2 kering, tapi bagel mah bener2 empuk lembab...puas deh :)ļ»æ

Comments

Popular posts from this blog

Youkan atau Dodol Jepang

Homemade Mizuyoukan Saat Ibu saya mengunjungi kami di Tokyo, kegembiraan beliau yang paling terasa adalah menemukan kembali makanan masa kecil. Meskipun Tokyo adalah kota metropolitan yang canggih dan gemerlap, tapi tengoklah pojok makanan tradisional mereka. Jangan kaget jika menemukan teng teng beras, opak, kue mochi, kue semprong, rambut nenek-nenek (harum manis di-sandwich semacam kerupuk renyah), kolontong ketan, gemblong dan banyak lagi. Karena saat itu musim gugur, kesemek membanjiri supermarket, Ibu saya selalu berfoto dengan gunungan buah kesukaannya di masa kecil, yang kini jarang ditemukan di negerinya sendiri. Tapi yang paling beliau sukai adalah, youkan. Beliau menyebutnya dodol. Ada banyak sekali varian youkan, tapi yang beliau sukai adalah shio youkan. Bedanya dengan dodol, kadang ada dodol yang kering, atau dodol yang agak liat. Saya sendiri suka dengan makanan tradisional Jepang, mengingatkan pada camilan kalau mudik ke Tasik saat lebaran. Masalahnya, rata-rata b...

Mak Rempong dan SIM Jepang

Buku-buku materi kursus mengemudi Alkisah, saya seorang Mak Rempong di usia 40-an dengan 3 orang anak (9 tahun, 5 tahun, dan 2 tahun) merengek meminta Me Time ala Mamah Muda kepada suami. Suami menyambut gembira, bersedia menjaga anak-anak di rumah, tapi me time yang ditawarkan adalah kursus mengemudi!

Menyepi di Pusat Ginza

  I  have come a long way. Seharusnya ada banyak tulisan yang mendahului tulisan ini, karena saya terbiasa untuk bercerita runut, semacam OCD dalam kegiatan ngeblog . Tapi tulisan ini tidak bisa menunggu. lorong yang panjang menuju cafe, diambil dari tabelog Akhirnya hari ini saya memasuki lorong itu. Sebuah lorong kecil menuju sebuah cafe yang luas, dalam sebuah gedung menghadap perempatan Ginza yang ramai. Hari Sabtu, Ginza dibebaskan dari kendaraan yang biasaya berlalu-lalang dengan sibuk. Semacam car free day di Jakarta. Dan dari sudut cafe yang menghadap jendela besar ini, saya bisa mengamati tindak tanduk para wisatawan pejalan kaki, yang asik berfoto, berdiri tercenung menatap peta di layar smartphone , atau yang berjalan mantap menuju tempat tujuannya. Mengapa Ginza? Ah, panjang sekali ceritanya. Singkatnya, Pada suatu hari saya terpikir untuk bekerja paruh waktu. Setelah berpuluh tahun berkutat dengan hobi yang melulu di rumah, saya memutuskan...