Skip to main content

Tentang LDM



gambar diambil dari sini
Saat menonton televisi semalam, tentang kiat-kiat penyelesaian masalah kehidupan pekerjaan, terselip kisah pelatih ski yang harus hidup di gunung dan terpisah dengan istrinya. Hubungan sang pelatih ski dan istrinya yang romantis, bahkan sms penuh cinta mereka ditayangkan dengan gamblang. Kakak nyeletuk,

"Kenapa Ibu gak coba tinggal berjauhan dengan Ayah? pasti tidak akan pernah bertengkar deh"

Ini mungkin yang namanya momen Mak Jleb! 

LDM adalah singkatan dari Long Distance Marriage (kehidupan suami istri jarak jauh) yang merupakan bagian dari Long Distance Relationship (hubungan jarak jauh). Mengapa harus ada kategori hubungan semacam ini? karena mungkin sudah lumrahnya suatu hubungan itu menyiratkan kedekatan dan kebersamaan.

LDM muncul sebagai suatu kendala, atau bisa juga suatu bentuk kompromi untuk setiap pasangan yang harus dilalui dengan baik demi mencapai visi dan misi perkawinan. Bedanya, bagi saya dan suami, yang sudah dari awalnya jauh secara fisik, justru perkawinan kami dimaksudkan supaya dekat, supaya bisa bersama. Jadi logikanya terbalik, kami melakukan segala macam kompromi supaya tidak LDM.

Kedekatan dan kebersamaan memberi banyak keindahan dan kebahagiaan. Tangannya selalu ada untuk saya genggam, sekedar untuk mendapatkan ketenangan, bahunya untuk saya sandarkan segala kegelisahan maupun kepenatan, kerinduan, dll dsb #%&;*?+` (sensor).

Tapi kedekatan dan kebersamaan juga melahirkan kejengkelan dan ke "ya udah bodo amat terserah kamu aja" an. Pakaian kotornya yang mendarat meleset 10 cm dari mulut mesin cuci, kertas-kertas penuh coretan cacing rumus yang melimpah meruah melampaui batas maksimun tinggi baki kertas yang saya sediakan, dll dsb *$#??>< (sensor lagi).

Lintasan pikiran diatas yang setelah ditulis ternyata menjadi 4 alinea, di percakapan nyata ternyata hanya butuh beberapa detik saja, sebelum saya menjawab pertanyaan Kakak.

"Tapi Ibu sudah melakukan banyak hal untuk bisa sesekali bertengkar dengan Ayah, lho. Meninggalkan Kakek dan Nenek, meninggalkan tempat kelahiran, meninggalkan pekerjaan dan teman-teman".

Entahlah jika Kakak mengerti jawaban saya, dia terdiam dan melanjutkan menyimak pemecahan masalah yang ditayangkan selanjutnya; pemilik toko roti yang turun terus omset penjualannya.

Malam itu menjelang kami tidur, tangan suami menggapai tangan saya, menggenggamnya dengan lembut. "Arigato", katanya. Tapi segera kemudian tangannya lepas tak tergapai. Karena keluarga kami punya kebiasaan aneh, menghampar kasur di ruang tamu dan tidur di depan televisi jika esok hari adalah hari libur, dan sebulan ini kami libur musim panas. Jadilah tangan kami terlalu jauh untuk saling menggapai, karena kami terpisahkan jarak oleh tiga ekor  orang anak yang lelap tertidur.

(dengan malu-malu) Ditulis dalam rangka merayakan ulang tahun pernikahan ke-10.

Comments

  1. Wah selamat ulang tahun pernikahan ya mba 😃. Iya ya, Mba. Klo deket ama suami, adakalanya kita sesekali jengkel tetapi kalau jauh malah kangen. Jdi serba salah jg hihihi. Tpi klo saya pribady ga pengen ada LDM an ama suami 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Bunda Erysha. Beda masalahnya kali ya yang LDM dan non LDM. Samaan berarti, milih mengatasi kejengkelan ketimbang kangen terus :)

      Delete
  2. wah kalau aku lagi nikah awal gak bolehsama saumiku kalau jauhan , jd aku diboyong ke tempat kerjanya, tp agar aku gak bosen krn trebiasa kerja, dikasih kegiatan suruh ngajar, malah aku jadi guru akhirnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah berkah ya mbak :) malah nemu profesi baru.

      Delete
  3. Hi..hi. Bener. Klo deket jdnya malah sering marahan. Klo jauh..ntar takutnya malah lupa klo punya keluarga😀😀 mending deket aja klo aku mba.. Klo ada yang sakit repot soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh kan, sering marahan tapi cepet baikannya, soalnya ada terus di depan mata orangnya hehehe.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menyiapkan Sayuran untuk seminggu

Musim panas adalah saat sayuran melimpah dan harganya cukup terjangkau. Biasanya akhir pekan, saya memberli beberapa macam sayuran dan buah (yang mendekati musim gugur semakin murah juga harganya) di tukang sayur langganan. Lalu saya menyiangi, mencuci, merebus atau membuat asinan untuk persediaan menu sayur di kulkas, biasanya cukup untuk seminggu.

Cerita Kelahiran Raika

Alhamdulillah....akhirnya saya menjadi ibu juga. Si neng lahir hari Jumat 5 Desember 2008, Berat Lahir 3.512kg Panjang Badan 51 cm, dan kami namai RAIKA 来香 . Sayang sekali proses kelahirannya tidak mendapatkan liputan yang layak

Hasil ujian JLPT N1

Baru aja buka kotak surat dan ternyata hasil ujian Japanese Language Proficiency Test (JLPT) level N1 yang saya ikuti bulan Juli kemaren dah nyampe! Suami saya lah yang lebih dulu menerawang isi kartu pos-nya dan katanya ada fotonya...berarti lulus...jadi blio dah sibuk mengucapkan selamat. Saya masih gak percaya lah. Memang siy beberapa hari yang lalu pengumuman batas nilai lulus JLPT keluar dan ternyata nilai minimum setiap section adalah 19 dari 60. Agak2 berharap lulus jadinya karena sejeblok2nya di kanji mosok gak nyampe dapet nilai 19 he3. Tapi nilai minimum secara keseluruan yang harus diambil adalah 100/180...jadi kuatir kalo listening n reading gak cukup untuk nombokin sampe ke 100. Tapi ternyata...alhamdulillah...lulus juga! tentu saja dengan nilai pas2an he3. Bener2 beruntung banget! biarpun nilainya mefffeet gapapa lah yang penting gak jadi ngulang n bisa konsen ke 日商簿記2級 nanti bulan November. Buku review yang bagian pertama akuntansi keuangannya dah selesai...ti...