Friday, December 18, 2015

Me Time-ku Kini Tidak Sendiri Lagi

minum teh dengan Kakak saat adik-adik tidur siang
Saya mendengar kata "me time" saat saya membaca buku atau artikel tentang ibu yang mengalami maternity blues, yang selama 24 jam terus menerus merawat bayi yang baru lahir sehingga ibu tidak sempat melepas penat dan rasa lelah.

Lambat laun, pengertian me-time dalam kehidupan sehari-hari saya mengalami beberapa kali pergeseran. Awalnya, adalah sekedar waktu untuk sendiri, melepas penat seharian merawat rumah dan bayi. Biasanya saya menyerahkan bayi kepada suami dan menikmati hanya sekedar berendam di bath tub.

buku-buku perjalanan seputar Jepang, travelling through the book!
Lalu setelah bayi mulai memiliki ritme yang tetap dan teratur, me time saya adalah saat bayi perempuan saya tidur, saya menyiapkan kopi dan camilan lalu membaca buku untuk pengembangan diri. Saat itu saya ingin memiliki sertifikasi akuntan Jepang, sehingga saya me time saya gunakan untuk belajar akuntansi Jepang secara otodidak dan me time ini berhasil mengantarkan saya mendapat sertifikasi bookkeeping Jepang level 2. Membaca buku mungkin me time yang paling mudah, karena tak perlu keluar waktu, biaya dan tenaga banyak tapi efeknya sangat besar bagi pengembangan diri.

Setelah bayi saya menjadi preschooler, me time saya adalah menghabiskan waktu di luar rumah sendirian, tepatnya di sebuah pusat komunitas lokal yang membantu warga asing untuk mempelajari bahasa dan budaya Jepang. Seminggu sekali, sekitar 2 jam saya menghabiskan waktu dengan tutor untuk belajar budaya Jepang sambil minum teh. Tutor saya adalah seorang dosen di sebuah universitas yang ternyata banyak memberikan pelajaran baru, bukan hanya bahasa tapi benar-benar mengenalkan saya pada "jiwa" budaya Jepang itu sendiri.

Kemudian lahirlah bayi kedua, dan dua tahun kemudian bayi ketiga, keduanya laki-laki. Hampir bisa dipastikan saya sulit mendapatkan me time, dalam artian harus benar-benar sendiri apalagi harus di luar rumah. Me time saya adalah, berdua dengan Kakak yang kini sudah menjadi gadis kecil, mengobrol sambil minum teh ditemani camilan kecil di rumah. Rasanya nikmat sekali, seperti menemukan teman baru! Bahkan rencananya, minggu depan kami akan mulai minum teh berdua di toko kue dekat rumah, hanya sekitar 2 jam saja. Adik-adik bayi akan menghabiskan waktu dengan suami, Boys time!

Apapun wujudnya, me time merupakan bagian yang penting dalam rutinitas sehari-hari, karena memberikan saya waktu untuk relaks, menikmati waktu yang berjalan sambil mensyukuri keseharian, dan menggunakannya untuk lebih mengembangkan diri. Sehingga di akhir hari, bukan hanya keluarga yang tumbuh, tetapi saya juga ikut tumbuh bersama mereka.

Aaah....rasanya tidak sabar untuk curhat ria dengan Kakak minggu depan!

8 comments:

  1. Yeay.. anak nya udah gede ya mak jadi lebih tenang dan enak hihi.. Me time pun udah bisa ngajak sikecil senangnyaaaa...
    Btw saya pun belum berhasil daftar karena ga bisa kirim artikel ke NUB gimana ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. akhirnya nongol juga Mak, saya nekat ngirim mesti syarat gak lengkap, topiknya pas soalnya yaaa

      Delete
  2. Very much love this, i! Have a great "me-time" with Kakak! :)

    ReplyDelete
  3. keren..raika udah bisa diajak me-time :) Fitri

    ReplyDelete
  4. anak sudah besara jadi bisa di ajak me time, seru sekali kayaknya.. hhe

    ReplyDelete